4Nations World Series
06 March 2025, 04.15 PM

Menang 4-2, Argentina Habis-habisan Redam Gempuran Timnas Futsal Indonesia

img
Menang 4-2, Argentina Habis-habisan Redam Gempuran Timnas Futsal Indonesia

JAKARTA - Timnas Futsal Argentina harus berjuang ekstra keras untuk menaklukkan Timnas Futsal Indonesia dalam matchday kedua 4Nations World Series 2025, di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu 1 Februari malam WIB.

Tim Tango menang dengan skor 4-2 dalam laga intens. Keseriusan Argentina dalam menghadapi Indonesia tercermin dari pemilihan pemain yang diturunkan. Nicolas Sarmiento, kiper yang telah dua kali meraih Golden Glove sebagai penjaga gawang terbaik dunia pada 2016 dan 2021, dipercaya menjadi benteng terakhir.

Selain itu, Argentina juga menurunkan anggota skuad terbaik dari Piala Dunia 2024. Kevin Arrieta, winger yang masuk dalam nominasi Pemain Terbaik Dunia, menjadi tumpuan utama dalam skema serangan. Di lini depan, Matías Rosa diplot sebagai pivot utama. Pemain yang mencetak enam gol di Piala Dunia 2024 itu kembali membuktikan ketajamannya di laga ini.

Sejak awal pertandingan, Argentina langsung menunjukkan keseriusan mereka. Langsung menekan Indonesia dengan intensitas tinggi, membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan. Hanya butuh delapan menit bagi Argentina untuk membuka keunggulan. Leandro Altamirano berhasil mencuri bola dari Ahmad Habibie dan tanpa ragu menuntaskan peluang menjadi gol.

Unggul lebih dulu tak membuat Argentina mengendurkan permainan. Mereka tetap disiplin dan fokus mengantisipasi setiap serangan Indonesia. Di menit ke-14, Argentina menggandakan keunggulan lewat Matias Rosa. Gol ini semakin menunjukkan betapa seriusnya La Albiceleste dalam laga ini.

Tak berselang lama, Sarmiento mencetak gol bunuh diri di menit ke-18, memberi harapan bagi Indonesia yang tertinggal 1-2. Namun, Argentina tak goyah. Rosa kembali mencetak gol di menit ke-20. Ia mengembalikan keunggulan dua gol sebelum babak pertama berakhir dengan skor 3-1. Di babak kedua, Indonesia berusaha bangkit dan mencari celah untuk memperkecil kedudukan. Guntur Sulistyo Ariwobowo akhirnya berhasil menjebol gawang Argentina di menit ke-32.

Argentina merespons dengan lebih berhati-hati, tidak gegabah, dan tetap disiplin menjaga keunggulan. Menit-menit akhir menjadi ujian ketahanan bagi anak asuh Matias Lucuix. Indonesia nyaris menyamakan skor lewat peluang dari Ardiansyah Nur dan Evan Soumilena namun Sarmiento tampil solid di bawah mistar. Saat tuan rumah semakin agresif dengan skema power play, Argentina memanfaatkan celah dengan gol Lucas Bolo di menit akhir.

Lucuix mengakui duel melawan Indonesia tidak berjalan mudah. Skuad Garuda terus memberikan tekanan besar yang memaksa Argentina bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan.

"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Kami tahu kami harus bermain melawan tim tuan rumah dan menghadapi beberapa hal yang sulit, jadi ini adalah usaha besar dari para pemain," ujar Lucuix.

Pria asal Argentina itu juga mengapresiasi perkembangan signifikan Timnas Indonesia. Menurutnya, skuad asuhan Hector Souto semakin kompetitif di level internasional dan menjadi lawan yang tangguh.

"Kami telah melihat Indonesia berkembang pesat, dan kami adalah tim yang sedang dalam proses baru. Keseluruhan pertandingan ini sulit, dan hasilnya mencerminkan itu. Ini membantu kami untuk terus berkembang," ungkap pelatih berusia 39 tahun itu.

Lucuix menanggapi tekanan hebat ketika Indonesia menerapkan power play pada lima menit terakhir. Ia menilai timnya tetap disiplin dalam bertahan dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga usai.

"Kami harus mempertahankan hasil. Kami unggul satu gol, jadi kami melakukan apa yang diizinkan dalam permainan, yaitu bertahan. Kami bisa mencuri bola dan menambah jumlah gol, jadi saya senang dengan usaha yang telah dilakukan para pemain," tutupnya.

Di sisi lain, Souto menilai timnya tampil maksimal meski kalah 2-4 dari Argentina. Ia menegaskan anak asuhnya mampu bersaing head to head dengan tim langganan finalis Piala Dunia tersebut.

"Selamat untuk para pemain saya, mereka yang menunjukkan permainan di lapangan. Kami bersaing langsung dengan Argentina, memanfaatkan kemampuan kami," ujar Souto.

Indonesia bahkan sempat menekan hingga menit akhir dan nyaris menyamakan skor. Power play selama 5 menit 30 detik menciptakan 6-7 peluang emas, namun sayangnya tidak membuahkan hasil.

"Kami membawa pertandingan hingga detik terakhir dalam kondisi bisa meraih hasil imbang. Kami mengontrol situasi hingga 30 detik terakhir, meskipun pengalaman kami dalam skema ini masih kurang," kata pria asal Spanyol itu.

Souto juga menyoroti perkembangan Timnas Indonesia yang semakin kompetitif di level internasional. Walau begitu, ia mengakui masih perlu pembenahan secara terus-menerus.

"Kami nyaris menyamakan skor. Hasil akhirnya memang 4-2, tapi kami membuat Argentina bertahan hingga detik terakhir," tutup Souto.

Pemain Timnas Futsal Indonesia, Rio Pangestu, menilai timnya sudah mampu bersaing dengan Argentina setelah menunjukkan permainan yang solid dan menciptakan banyak peluang sepanjang laga. Hasil ini akan dijadikan pelajaran berharga.

"Kami bisa bersaing dengan Argentina karena kami punya banyak peluang. Kami bisa mengontrol permainan dan menciptakan banyak kesempatan," ujar Rio.

"Kami akan fokus mengurangi kesalahan dan berusaha lebih baik di pertandingan selanjutnya," tandasnya.

Contact Info

  • Gedung Sindo Lt. 5, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.38, RT.14/RW.6, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 20340

  • Phone: +62 813-1986-0816

  • Email:[email protected]

Follow On